ADVERTISER


SEBARKAN ARTIKEL INI
BLOG SERIAWAN sangat ringan buka DI HP kamu
Jika Ada Artikel Kamu yang saya comot tanpa Izin dari Hak Cipta Kamu,,Silahkan
Contact Person:nusantara92@gmail.com

Hati-hati BPJS Depok PENIPU,,Ini Buktinya gan

Diposting oleh Unknown

Share on :

BPJS Depok PENIPU,,Foto diatas demo di BPJS Depok
Kenapa saya membuat artikel BPJS di Depok penipu,,coba agan baca dulu artikel dibawah ini,,sudah jelas-jelas ini permainan,,jika merasa rugi,,pasti Ga Mau dong diobati,,coba merasa Untung,, udah jelas2 mereka berdiam diri,,karna banyak uang yang masuk,, seperti yang dialami keluarga Aldoria dan suami. Pasangan itu harus menanggung tagihan hingga ratusan juta rupiah setelah anak mereka lahir prematur dan mengalami penyakit lain.Seperti yang dilansirkan dalam situsnya VIVA Pada hari ketiga sejak lahir, bayi tersebut mengalami kebocoran usus sehingga membuat rusah sakit bertindak cepat dengan melakukan operasi.

Kini bayi mungil tersebut dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan dirawat di ruang khusus. Namun orangtua bayi ini resah ketika melihat tagihan rumah sakit yang terus membengkak. Padahal mereka sudah menunjukan kartu BPJS Kesehatan ke rumah sakit.Ternyata, BPJS yang sengaja didaftarkan jauh-jauh hari oleh orangtua bayi ini tidak berlaku. Jadi, orangtua kebingungan untuk membayar tagihan biaya kesehatan anak mereka.

Atas kejadian itu, ratusan orang berdemonstrasi di kantor BPJS di Jalan Margonda Depok, Kamis 6 Agustus 2015. Mereka mendesak agar BPJS segera mengaktifkan klaim asuransi orangtua.Aksi mereka sempat diwarnai ketegangan lantaran massa memaksa masuk dan bertemu langsung kepala cabang BPJS Depok.

“Kenapa peserta BPJS Ibu Aldoria ditolak? Padahal dia sudah membayar iurannya. Tapi kenapa sampai sekarang klaim asuransinya tidak keluar,” ujar Roy Pangharapan, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat.

Padahal,  Aldoria sudah mendaftar sejak 10 Juni 2015, jauh-jauh hari sebelum bayinya lahir pada tanggal 18 Juni 2015.
“Katanya aktif tanggal 24 Juni, tapi nyatanya sampai saat ini belum juga aktif, masih ditolak,” kata Roy.


Di tempat yang sama, ayah bayi malang tersebut, Ignasius Sumardi, warga Pancoran Mas Depok, mengaku sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Ia mengikuti BPJS untuk kelas satu dengan iuran Rp69 ribu per bulan.

“Saya sudah ikuti semua aturannya. Anak saya saat ini masih berada di RSCM, di ruang ICU karena ada sakit di bagian dalam. Dari awal saya sudah mengikuti BPJS, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dan saya justru terus mendapat tagihan hingga senilai Rp 150 juta-an,” ucap pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini dengan nada sedih.

Artikel ini bisa kamu temui di :

bpjs depok margonda,bpjs depok 2015,bpjs depok online,bpjs depok pindah,bpjs depok jawa barat,bpjs kesehatan depok,bpjs kota depok,klinik bpjs depok,faskes bpjs depok,rs bpjs depok,bpjs depok saladin square,bpjs depok alamat,bpjs kesehatan depok alamat

BACA JUGA ARTIKEL FAKTA DAN ANEH DIBAWAH INI GAN :



susan merah -
SERIAWAN Updated at : 08.04.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar