ADVERTISER

"Tragedi Idul Fitri di Tolikara Karena Speaker Masjid. . . ", Ada apa Dengan JK?

Diposting oleh Susan Merah

Share on :

Seriawan: Selamat pagi pembaca blog seriawan, dalam postingan kali ini admin akan berbagi sedikit tentang kasus insiden penyerangan kepada umat islam dan pembakaran mesjid di Kabupaten Tolikara, Papua yang terjadi tepat pada hari raya idul fitri kemarin (17/7) pagi waktu setempat. Namun admin tidak akan membahas bagaimana hal tersebut bisa terjadi, karena di media-media online maupun elektronik lain sudah banyak dibahas hal tersebut dan mengingat hal tersebut begitu sensitif admin memilih untuk tidak mempostingkannya dikarenakan melibatkan beberapa agama dan suku dan bisa memecah belah persatuan Indonesia yang kita cintai ini. Oke baiklah pada postingan kali ini admin sedikit akan membahas tentang hal yang terjadi pasca insiden tersebut yaitu pernyataan dari Wapres Indonesia bapak Yusuf kalla yang mengatakan hal tersebut terjadi karena masalah speaker masjid yang dianggap mengganggu masyarakat sekitar. 

Seriawan: Bagaimana bisa pernyataan seperti ini keluar dari mulut seorang wapres yang notabenenya adalah juga seorang muslim, sungguh sangat disayangkan. Idul Fitri  yang seharusnya jadi momen merayakan kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa harus dinodai oleh insiden penyerangan kepada umat islam yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab. 

Seriawan: Sikap toleransi yang selama ini selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat seolah sirna begitu saja. Diharapkan pemerintah mengusut tuntas insiden yang terjadi ini agar kedepannya tidak ada lagi penindasan bagi umat beragama yang melaksanakan aktifitas keagamaannya. 

Seriawan: Seperti dikutip dari Republika bahwa Insiden penyerangan umat Islam terjadi ketika mereka sedang menunaikan shalat Idul Fitri di lapangan Koramil l1702-11/Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7) pagi WIT. Saat takbir pertama, kelompok massa Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) langsung menyerang umat Islam yang sedang menunaikan shalat Id.

Seriawan: Selang beberapa saat kemudian, sekelompok masyarakat penyerang melakukan pelemparan ke arah Mushala Baitul Muttaqirumah dan selanjutnya membakar beberapa kios yang ada di sekitar tempat tersebut. Wapres JK mendapat laporan bahwa peristiwa itu terjadi karena kegiatan shalat Id bersamaan dengan kegiatan gereja masyarakat setempat.
Seriawan: Jemaat gereja protes dengan pengeras suara di kegiatan salat yang dianggap mengganggu ketenangan. Akibatnya, ricuh pun terjadi. "Memang asal muasal soal speaker itu mungkin butuh komunikasi lebih baik lagi untuk acara-acara seperti itu," ujar JK.

Seriawan: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain ‏merasa heran dengan sikap JK. Pasalnya, JK dengan gampang menyalahkan pengeras suara sebagai biang keladi penyerangan jemaat GIDI ke umat Islam yang menjalankan shalat.

Kasus Torikara krn Speaker? Bagaimana mau khutbah di lapangan tanpa speaker? Jadi boleh bakar masjid hanya krn speaker? Komentar NGAWUR....!" katanya melalui akun Twitter, @UstadTengku.

Tengku melanjutkan, "Masjid di Tolikara, Papua dibakar umat Kristen saat akan sholat Ied pagi Jum'at tadi. Nampaknya Minoritas sdh merasa jadi Raja di Indonesia."

Seriawan: Ustaz Yusuf Mansur pun juga mempertanyakan pernyataan JK yang menyalahkan pengeras suara sebagai biang keladi penyerangan ke umat Islam. Sambil mengomentari tautan berita, ia hanya bisa mendoakan Muslim Tolikara untuk tabah. "Doa saya&qt smua. Apalagi jika Pak JK bnr, sbb soal speaker," katanya melalui akun, @Yusuf_Mansur.

Seriawan: Sebelumnya, Badan Pekerja Wilayah Toli GIDI membuat surat terbuka untuk umat Islam.

Kepada Yth: Umat Islam Se-Kabupaten Tolikara

Badan Pekerja Wilatah Toli (BPWT) Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) memberitahukan bahwa pada tanggal 13-19 Juli 2015 ada kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut kami memberitahukan bahwa:
1. Acara membuka Lebaran tanggal 17 Juli 2015, kami tidak mengijinkan dilakukan di Wilayah Kabupaten Tolikara (Karubaga)
2. Boleh merayakan hari raya di luar Kabupaten Tolikara
3. Dilarang Kaum Muslimat memakai pakain Yilbab

Demikian pemberitahuan kami dan atas perhatiannya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Karubaga, 11 Juli 2015

Ketua Wilayah Toli: Pdt. Nayus Wenea, S.Th
Sekretaris: PDt. Marthen Jingga, S.Th.MA


BACA JUGA ARTIKEL DIBAWAH INI:
  1. Beginilah Jadinya Jika Online Shop PENIPU Ditipu Balik Pelanggannya,,NGAKAK,, Ini Foto nya
  2. Beginilah Jika SATPOL PP diberi Kekuasaan,Sesukanya Memijak Dagangan Ibu Renta Ini, Foto
  3. Coba Jawab Yuk, 13 Pertanyaan Ini Katanya Bisa Memprediksi Kapan Ajal Seseorang
  4. Dasar PSIKOPAT: Ternyata Seperti ini Perlakuan Margriet Setelah Angeline Jadi Mayat
  5. Di ACEH : Cewek ini malah bergaya Ber-Selfie Ria Saat DIhukum Cambuk, Ini Fotonya
  6. Di Cirebon Mobil Patroli Nabrak Bocah Sampai Mati Dan Ga Tanggung Jawab,Ini Fotonya
  7. Di Sangka Masih Hidup, Bayi Ini Bersama Mayat ibunya, MIRIS gan



susan merah -
SERIAWAN Updated at : 10.06.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar