ADVERTISER

Beginilah Nasib Miris Ponari Dukun Cilik Sekarang, Miris gan

Diposting oleh Susan Merah

Share on :


Siapa yang tak mengenal Ponari. Nama dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, dulu begitu fenomenal di negeri ini.Berawal dari main mandi hujan Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang selama ini  memberikan amanat kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu yang ditemukan pertengahan Januari lalu.


Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya beberapa waktu lalu mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya.

Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.

Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja


“Sak niki mboten mesti. Kadang wonten setunggal, kadang sepi (sekarang tak menentu. Kadang ada satu orang, kadang sepi pasien),” ujar nenek Ponari, Mbok Legi. Setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp 20.000.


Mukaromah menuturkan, sejak pasien mulai sepi, kini Ponari lebih fokus sekolah. Putra pertamanya itu kembali meneruskan pendidikan yang sempat tertunda 3 tahun lamanya. Kesibukan Ponari menjadi ‘dukun cilik’ membuatnya tak lulus ujian nasional saat kelas VI SD.


Sebagaimana dilansir dalam situs Detik, status Ponari sebagai dukun cilik memang mengubah hidup Ponari. Setelah secara ekonomi keluarganya naik drastis dari hasil pengobatan Ponari, dukun cilik itu justru enggan ke sekolah, hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu.

“Tahun kemarin ikut ujian di program paket A alhamdulillah lulus. Sekarang melanjutkan lagi ke sekolah Tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP). Baru kelas satu,” tuturnya.


Saat ditanya mengenai materi yang didapatnya dari hasil pengobatan Ponari, keluarga ini mengaku saat itu sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih dari pasien yang datang. Dengan uang sebanyak itu, dia mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli 2 bidang sawah seluas 2 hektar, sepeda motor, dan perabotan rumah tangga.

Mukaromah juga menambahkan jika uang yang jumlahnya fantastis bagi orang kampung itu kini telah habis. Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula. Ibu dua anak ini mengeluhkan biaya sekolah Ponari yang tergolong mahal. Padahal biaya ujian akhir semester itu hanya Rp 250.000. Bahkan, untuk melahirkan putra ke duanya ia mengalami kesulitan keuangan.

Terkait sepinya pasien Ponari saat ini. Mukaromah memiliki alasan tersendiri sejumlah isu negatif membuat pasien tak lagi datang ke rumahnya.Keluarga Ponari kini menempati rumah cukup mentereng untuk ukuran desa setempat. Dindingnya terbuat dari tembok dengan cat dominan warna putih, berlantai keramik mengkilap. Padahal, sebelum melakoni praktek perdukunan rumah Ponari terbuat dari anyaman bambu dengan lantai tanah.Entah apa yang membuat warga Indonesia khususnya sebagian warga Jombang yakin akan kekuatan batu tersebut.
Yang jelas masyarakat Indonesia kebanyakan kalau mau beroba cari cara yang praktis,, salah satunya ya seperti ini,,tidak menggunakan ilmu medis,, tapi ya sudahlah memang begitulah kenyataannya,, dan jangan lupa baca juga artikel dibawah ini :



susan merah -
SERIAWAN Updated at : 05.10.00

{ 14 komentar... or add one}


Ferdi Rizaldi mengatakan...

kasihan juga ya gan :3

Distributor Pelangsing Biolo mengatakan...

Artikelnya sangat bermanfaat gan..
trimakasih.. sukses selalu...

cepz mengatakan...

wah kasihan ya gan.......... kunjung balik gan

Kumpulan Cerita Misteri
Cerita Misteri Nyata
cerita Misteri Terbaru
cerita Horor Nyata
Cerita Horor

Watch Movie Online mengatakan...

gile juga sampe 1 miliyar

Maun Govillian mengatakan...

:D

Kerajinan Kayu Jati mengatakan...

kenapa 1 milyar bisa cepat habis gitu, harusnya lebih irit pasti masih ada lebihannya

kang macapat mengatakan...

bagi penduduk desa, uang sebanyak itu sudah sangat lah banyak
bagaimana bisa sudah habis?

Anonim mengatakan...

Uang sebanyak itu harusnya bisa ditabung dan dijadikan modal usaha (kalau otaknya sampe kesana). sayangnya kebanyakan orang menengah kebawah yang tiba-tiba dapat uang kaget seperti itu ya mungkin menghabiskan uangnya untuk hal-hal sepele.

Muhammad Taufik mengatakan...

Kaget gua.. kok tiba tiba ada musiknya gituh.. hihihih

Sewa Mobil Surabaya mengatakan...

Artikel ini benar-benar menarik, sederhana dan berguna. Merupakan posting yang bagus, Kami selalu mengikuti dan menunggu artikel anda

Informasi Lowongan Kerja Terbaru mengatakan...

dulu di puja...
sekarang merana. roda kehidupan terus berputar

Kontraktor pameran mengatakan...

Nasib memang ngga ada yang tahu ya..

Anonim mengatakan...

roda nasib berputar, anak dan harta adalah ujian

ICP Capsule mengatakan...

pentingnya pendidikan itu, coba kalo dulu tetep sekolah yaa sayang seklai

Posting Komentar