Advertisement

Masya Allah,,Inilah Manusia Pertama Yang membangun dan Mendirikan Masjid Al-Aqsha

Diposting oleh Susan Merah

Share on :

Seperti yang kita ketahui saat nabi Muhammad SAW Isra Mi'raj dari masjidil haram ke masjidil Aqsa,,hampir semua masyarakat tidak percaya,,nabi sampai ke masjidil aqsa,, karna jarak ke masjidil haram ke masjid aqsa sangat jauh,, begini ayatnya:

yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra / 17 : 1).

Sudah sangat jelas ayat diatas,,bahwa masjid al-aqsha itu benar-benar luar biasa,, sampai dalam al-qur'an pun disebut nama masjinya,,tapi dalam artikel ini,,saya hanya membahas tentang siapa sih yang membangun pertama masjid al-aqsha ? seperti yang dilansirkan dalam situsnya INILAH mengatakan bahwa Ibn Al-Firkah, sejarawan berdarah Arab, dalam bukunya Baith Alnufus ilaZiyarat Al-Quds Al Mahrus, menyebutkan Sam bin Nuh adalah pendiri Kuil Yerusalem yang dalam bahasa Arab disebut Baitul Maqdis atau Rumah Suci.

Selanjutnya pembangunan masjid ini dilanjutkan oleh nabi-nabi dari Bani Israil. Antara lain, oleh Nabi Ya'qub AS, Nabi Daud As yang menjadi raja di Yerusalem dan juga Nabi Sulaiman. Bahkan, Nabi Sulaiman menyempurnakan Baitul Maqdis dengan mendirikan Haekal (kuil) Sulaiman I atau Baitallah. Pada bagian kuil tersebut, diletakkan batu hitam bernama Sakhrah Muqaddasah.

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Dzar RA. Ia bertanya kepada Rasulullah Saw tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi, Rasul menjawab: Masjid al-Haram. Abu Dzar kemudian bertanya lagi, Selanjutnya masjid apa?. Rasulullah menjawab, Masjid Al-Aqsha. Abu Dzar kemudian bertanya, Berapa lama jarak pembangunan keduanya? Rasulullah SAW berkata, 40 tahun. Lalu Allah menjadikan bumi ini bagi kalian sebagai masjid. Oleh karena itu, kapan pun waktu shalat, lakukanlah shalat di atasnya, karena dia memiliki keutamaan."

Pembangunan Masjidil Aqsha dalam bentuk yang seperti sekarang ini, sebenarnya dilakukan pada masa awal Kekhalifahan Bani Umayyah. Hal ini didasari pada kesaksian Arculf, seorang biarawan Galiam, yang berziarah ke Palestina pada 679-682 dan dikuatkan oleh tulisan dari ulama Yerusalem, Al-Mutahhar bin Tahir Al-Maqdisi. Analisis atas panel dan balok kayu yang diambil dari bangunan masjid selama renovasi di tahun 1930-an, menunjukkan bahwa kayu-kayu dalam bangunan masjid berasal dari kayu cedar Libanon dan Cyprus. Penanggalan radiokarbon menunjukkan berbagai macam usia, beberapa di antaranya setua abad ke-9 SM, yang menunjukkan bahwa beberapa kayu tersebut sebelumnya telah digunakan pada bangunan-bangunan yang lebih tua.

Kompleks Baitul Maqdis saat ini berbentuk persegi dengan luas area di sekitarnya mencapai 144 ribu m2. Kawasan ini dapat menampung sampai dengan 400 ribu jamaah. Sedangkan bangunan Masjidil Aqsha berukuran 272 kaki (83 meter) dan lebar 184 kaki (56 meter). Dengan luas tersebut, bagian dalam Masjidil Aqsha dapat menampung sampai 5.000 jamaah.

Masjid ini memiliki empat menara di sisi selatan, utara, dan barat. Awalnya hanya ada dua menara di bangunan ini. Menara pertama dikenal sebagai Al-Fakhariyyah dan menara kedua dikenal dengan nama Al-Ghawanimah. Namun, gubernur Mamluk di Suriah, Tankiz, pada tahun 1329 memerintahkan pembangunan menara ketiga yang kemudian disebut menara Al-Silsilah, dan menara keempat yang disebut Al-Asbat.


Kepemilikan Masjid Al-Aqsa hingga kini masih merupakan salah satu isu dalam konflik Israel-Palestina. Israel mengklaim kekuasaan atas masjid tersebut dan juga seluruh Bukit Moria. Namun, Palestina memegang perwalian secara tak resmi melalui lembaga wakaf. Selama negosiasi di Pertemuan Camp David, Palestina meminta kepemilikan penuh masjid ini serta situs-situs suci Islam lainnya yang berada di Yerusalem Timur.semoga dengan artikel ini bisa menambah wawasan  kita sebagai muslim harus tahu tentang bagaimana sejarah dunia ISlam,,,dan jangan lupa baca juga artikel dibawah ini :


susan merah -
SERIAWAN Updated at : 05.04.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar