ADVERTISER

PARAH,Ibu ini bawa bayi Terus diusir dan dimaki dengan kata 'GOBLOK dan BEGO' oleh perokok di J.Co

Diposting oleh Susan Merah

Share on :

Sebenarnya rokok itu boleh pada tempatnya,, dan dalam kasus ini,, ada salah seorang perokok aktif merokok di J.Co ,,seharusnya tempat J.co Bukan buat para perokok aktif,, karna didalam tersebut kebanyakan orang tidak perokok alias pasif merokok,, nah dengan otomatis yang pasif merokok pun terkena imbas,, maslah nya sekarang,, ada seorang ibu-ibu sama bayinya malah diusir dan di pakai menggunakan kata kasar,, gara-gara menegur orang merokok didalam J.Co,, bagaimana kisah kelanjutannya? mari kita simak terus artikel ini seperti yang dilansirkan dalam situsnya MERDEKA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat aturan tentang kawasan dilarang merokok. Aturan yang tertuang dalam Pergub 88 tahun 2010 itu untuk menentukan di kawasan mana yang harus bebas asap rokok dan di lokasi yang wajib menyediakan tempat khusus merokok.Tapi kenyataannya, banyak yang belum mengindahkan aturan itu. Akibatnya, banyak perokok pasif yang menjadi korban karena harus menghirup asap para perokok.

Curhat Elysabeth Ongkojoyo, ibu dua anak ini saat dia berada di kafe J.Co. Dia mendapat perlakuan tak enak karena ulah seorang perokok.Elysabeth bersama bayinya yang berumur 1,5 tahun sedang menunggu sang anak yang sedang bersekolah. Mereka memilih J.Co Donuts Pluit Village Mall, Pluit Jakarta Utara, karena lokasinya cukup nyaman mengingat dirinya membawa bayi dan dekat dengan sekolah sang anak.



"Ketika itu saya dan bayi saya, duduk dekat dengan colokan
 listrik untuk mengisi baterai hp saya karena mobil
 saya berada di bengkel dan saya harus menelepon ke sana
 apabila mobil saya selesai. Mobil itu akan saya pakai 
untuk menjemput anak saya yang sekolah TK," ceritanya.

"Sekitar 1 jam duduk di sana sambil menunggu, mendadak 
manajemen J.Co datang dan mengatakan bahwa ada orang 
mau merokok duduk di dekat saya, dan saya menolak untuk 
pindah karena saya bawa bayi dan ruangan yang nyaman 
untuk bersama bayi saya (yang tidur di stroller dan 
banyak barang dibawa perlengkapan bayi) adalah di tempat itu. 
Saya pun bingung setahu saya di Jakarta dilarang 
merokok di dalam pusat belanja/ruang publik. 
Lalu manajemen bilang ventilasi udara bagus jadi saya boleh 
tetap duduk di sana," sambungnya.

Beberapa menit setelah dia duduk di sana, seseorang datang padanya dan meminta dia pindah. Dia tak tahu apakah pria tersebut yang dimaksud si petugas sebelumnya akan merokok.

"Kemudian oknum sebut saja A datang, lalu mulai mengajak 
saya bicara dan 'mengusir' saya secara halus dari tempat saya duduk. 
Ketika saya menolak, A mulai memaki saya dengan kata kasar 
seperti 'goblok' dan 'bego' karena saya tidak mau pindah. 
Saya pun marah karena tidak seharusnya perlakuan seperti itu." tambahnya.

Melihat kejadian itu, manajemen J.Co datang dan mencoba melerai. Namun pria itu tetap memakinya.

"Kemudian saya mengambil gambar ybs, 
berikut dengan tempat dan larangan merokok 
yang tertera di pintu mal," jelas dia.

Tak terima mendapatkan perlakuan demikian, dia kemudian membuat petisi di change.org dengan judul 'Saya dan Bayi saya terusir oleh Oknum yang mau merokok di dalam Mal'. Petisi ini dia tujukan untuk Lippo Pluit Mall, J.Co Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Petisi ini dibuat 2 hari lalu. Sampai hari ini, sudah 10.281 mendukung petisi tersebut.

"Saya menanyakan pada manajemen J.Co apakah peraturan gubernur sudah berubah? Apakah di kawasan mal boleh merokok? Menurut manajemen di dalam 
mal masih belum boleh merokok. Lalu kenapa A sudah duduk di sana, 
mengusir saya, dan sudah mengeluarkan rokok dengan 
asbak yang diberikan J.Co? Saya kemudian merasa tidak 
terima dan beranjak keluar dari sana, dengan marah dan merasa sakit hati,
 A masih duduk di sana acuh saja, sudah bersiap merokok. 
Manajemen J.Co Pluit Village meminta maaf kepada saya, tetapi
 saya merasa ini tidak adil. Hak saya adalah berada di dalam, 
saya bayar minuman dan saya duduk dengan bayi saya, bayi saya sedang tidur. 
Seperti yang kita tahu asap rokok, meskipun kita sudah 
pindah 2-3 meter menjauhinya, memang asapnya kelihatan menghilang tetapi zat yang dikandungnya tetap berada di udara. Jadi memang tidak seharusnya merokok di dalam ruang publik tertutup seperti itu," pungkasnya.


Baca juga ne gan artikel fakta lainnya dibawah ini :
  1. Kiamat benar-benar sudah Dekat, Seorang Ibu Tega MEMAKAN Anak Kandung sendiri, ini ORANGnya
  2. Kisah Banjir Besar Nabi Nuh AS Ada Kaitannya Dengan Indonesia? Ini dia Penjelasannya
  3. LAGI GAN! Marshanda Bikin Heboh dengan Pamer Foto Yang SEMAKIN Kurang Bahan [FOTO]


susan merah -
SERIAWAN Updated at : 08.05.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar