ADVERTISER

FAKTA gan,,Ternyata Geng YAKUZA benar-benar Ada Di Indonesia,,Ini Fotonya

Diposting oleh Susan Merah

Share on :

Kedengerannya seperti percaya ga percaya kalau ada geng yakuza berada di Indonesia,, selama ini kita selalu menonton film di tv bahwa geng yakuza hanya ada di Jepang atau malah mungkin ga nyangka kalau geng yakuda berda diseputar kita,,Para anggota Yakuza dikenal tak kenal kompromi. Mereka tak segan untuk melakukan kekerasan kepada siapa saja. Karenanya, pemerintah Jepang belakangan memperketat dan membatasi ruang lingkup Yakuza. Yakuza yang juga dikenal dengan nama Gokudoo adalah organisasi atau sindikat kejahatan dari Jepang yang mulai muncul sekitar abad ke-17.Tiap anggota Yakuza memiliki jiwa 'Bushido'. Karena itu, dulu banyak warga Jepang yang berbondong-bondong masuk menjadi anggota Yakuza. Bushido memiliki pengertian 'tata cara kesatria'.

Seperti yang dilansirkan dalams itus ternama yaitu MERDEKA Seorang wartawan asal Indonesia yang lama tinggal di Jepang, Richard Susilo, membuat situs tersebut khusus untuk mengulas berita tentang Yakuza dalam bahasa Indonesia. Situs yang beralamatkan di yakuza.in ini diharapkan menjadi bahan belajar atau sumber informasi bagi siapapun yang ingin mencari referensi data seputar Yakuza.

Informasi tentang Yakuza pun semakin lengkap ketika putri bos besar Yakuza, Shoko Tendo mengunjungi Indonesia dan berkesempatan untuk diwawancarai oleh merdeka.com dua tahun lalu. Namun demikian, sepak terjang Yakuza diyakini sudah berkecambah di Indonesia.

Berikut cerita tentang keberadaan Yakuza di Indonesia:


6 WNA yang dibekuk di Ancol dan Lebak bulus jaringan Yakuza



Kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan 96 Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan bagian dari jaringan mafia Internasional Yakuza. Mereka menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk melakukan penipuan secara online.

"Mereka merupakan organisasi yang dilindungi oleh organisasi besar Jepang, Yakuza. 96 WNA ini menjadikan Indonesia sebagai tempat operasionalnya, jaringan ini terorganisir secara baik. Sebab, jaringan ini memakai berbagai cara untuk menghindari terendus dari incaran kepolisian," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Krishna Murti, di Mainhall Polda Metro Jaya, Jumat (21/8).


Dari 96 orang WNA tersebut, kata Krishna, 82 orang merupakan warga negara Taiwan yang memang paham dialek China daratan, sedangkan 14 orang merupakan warga negara China.

"Mereka rekrut orang dari Taiwan kemudian mereka mengincar para pejabat China daratan sebagai korban penipuannya," ujar.

Selain menipu dengan mengaku sebagai orang tertentu, mereka juga mengaku sebagai pihak bank yang akan menambahkan limit kartu kredit. Tiga rumah di Jakarta dijadikan mereka sebagai markas.

"Tempat pertama, di Pademangan, Jakarta Utara. Kedua, dua rumah di Jl Adyaksa Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mereka semua diringkus pada Kamis kemarin. Satu orang yang bertugas untuk mencari kontrakan dan melengkapi kebutuhan hidup 96 orang yakni berinisial W, warga Taiwan. Sedangkan satu WN Indonesia berinisial FSB merupakan orang yang bertugas mengurusi visa on arrival para 96 orang ini," jelasnya.

Yakuza diduga kendalikan sindikat penipu asal China




Kepala Polda Metro Jaya Jenderal Polisi Tito Karnavian menduga kelompok Yakuza Jepang mengendalikan sindikat penipu asal Taiwan dan China yang beroperasi di Indonesia.

"Kejahatan ini dilakukan kelompok mafia dengan sasaran operasi berasal dari China Daratan," kata Tito seperti dikutip Antara, Jumat (21/8).

Pernyataan Tito terkait dengan pengungkapan jaringan penipuan asal Taiwan dan China sebanyak 96 orang yang beroperasi di wilayah Ancol, Jakarta Utara dan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Tito mengatakan dugaan keterlibatan kelompok Yakuza berdasarkan hasil kerja sama penyelidikan yang dilakukan kepolisian Taiwan dan China. Menurutnya, kelompok Yakuza beroperasi di wilayah China, Taiwan, Jepang dan Indonesia.

Kepolisian Taiwan sempat meringkus delapan anggota kelompok kejahatan tersebut dan menyita sepucuk pistol, sejumlah uang bernilai miliaran dalam mata uang Yen, Bath dan USD. Selain itu juga terdapat perhiasan berupa emas dan berlian.Para tersangka direkrut pelaku kejahatan asal Taiwan yang sudah beroperasi di Indonesia. Tito menuturkan kelompok internasional itu terindikasi menipu secara online dan terlibat perdagangan manusia, pencucian uang dan kejahatan antarnegara.

Geng motor, kecambah Yakuza di Indonesia




Di Indonesia, geng motor menjadi momok menakutkan sebab mereka tak segan menyakiti siapapun yang menghalangi perbuatannya. Menurut Richard Susilo, penulis buku Yakuza Indonesia, geng motor itu bisa menjadi akar tumbuhnya Yakuza di Tanah Air.

"Geng sepeda motor itu kecambah dari Yakuza di Indonesia. Gejala-gejala munculnya Yakuza sudah terlihat dengan menjamurnya geng motor. Seharusnya mereka dibabat habis, jangan disepelekan," kata Richard saat berkunjung ke redaksi merdeka.com, Jumat (16/8).

Menurut pria berkacamata ini, perekrutan Yakuza itu diambil dari geng sepeda motor. Di Jepang, Yakuza akan merekrut anggota geng motor tersebut untuk dididik menjadi Yakuza.

 "Masyarakat Jepang dan Indonesia itu tak jauh beda. Perekrutan Yakuza itu diambil dari geng sepeda motor, itu harus dibabat habis. Tidak boleh disepelekan itu geng motor," jelas Richard.

Pria yang tinggal di Jepang ini mengatakan setelah merekrut geng motor tersebut, mereka digodok dan dididik menjadi Yakuza. Yakuza akan memanfaatkan anggota geng motor itu untuk mencari uang untuk organisasi.

Para anggota geng motor inilah yang dikerahkan Yakuza untuk melakukan aksi kotor tingkat rendah mereka. Mulai dari memeras hingga menjadi kurir narkoba. Keuntungan Yakuza merekrut geng motor ini karena Yakuza bisa cuci tangan dan mengaku tak terlibat kejahatan jika 'pesuruh' mereka tertangkap polisi.


Cara Yakuza cuci uang di Indonesia



Eksistensi Yakuza, kelompok mafia di Jepang makin terjepit seiring diterbitkannya Undang-undang Anti-Yakuza oleh pemerintah setempat. Gerak-gerik dan berbagai aksi kriminal yang semula leluasa mereka lakukan mulai dibatasi ketat.Tak cuma keberadaannya yang dikekang, uang hasil kejahatan yang didapat tak bisa lagi dihambur-hamburkan sesuka hari di negara matahari terbit itu. Alhasil mereka harus putar otak untuk menyamarkan uang dari berbagai bisnis haram yang dijalankan.

Salah satu cara yang dipilih kelompok Yakuza dengan mencuci uang ke negara-negara yang dianggap kondisi ekonominya cukup baik. Salah satunya Indonesia.

"Karena digencet, dia (Yakuza) mental ke luar Jepang termasuk Indonesia dan mereka melakukan pencucian uang," tambah pria kelahiran 1961 ini.

Dalam penelitian panjang yang dilakukannya, kelompok Yakuza ini cukup licik mencuci uang hasil kejahatan itu agar tak mudah terdeteksi pisah kepolisian. Di Indonesia, biasanya trik yang dilakukan dengan menikahi wanita Indonesia.

"Kalau dipakai namanya (istrinya) untuk menyamarkan uang dari aksi kejahatan itu dan mereka bisa tetap kaya raya di Indonesia. Kalau sudah begitu susah ditelusurinya," ungkap pria berkacamata ini.

Kemudian, agar kemudian tak mendatangkan kecurigaan, uang di rekening istrinya itu ikut dimainkan di pasar modal. Dengan begitu, uang terus berputar.Biasanya, uang yang mereka setorkan ke negara lain berasal dari aksi kejahatan yang dilakukan seperti bisnis narkotika, perjudian, pelacuran dan beberapa lainnya.

"Uang-uang itulah yang kemudian dibawa lalu dicuci di Indonesia," pungkas Richard.

 Baca  juga ne gan artikel Fakta dibawah ini :



susan merah -
SERIAWAN Updated at : 03.05.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar