ADVERTISER

Ternyata Lagu‘Gundul-gundul Pacul’ Mengandung Ramalan Tentang Indonesia, Ini Faktanya

Diposting oleh Susan Merah

Share on :

Lagu daerah dari tanah Jawa ini yaitu "Gundul-Gundul Pacul" adalah sebuah lagu anak-anak berbahasa Jawa. Terdapat dua sumber yang menyebut pengarang lagu ini, yaitu Sunan Kalijaga pada tahun 1400an dan R.C. Hardjosubroto,,  Lagu yang konon diciptakan oleh RC Hardjosubroto ini mulai diragukan siapa pencipta aslinya karena konon, lagu ini diciptakan pada tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga beserta teman-temannya yang masih remaja.Belum diketahui yang jelas kamu pasti sudah pernah dengar lagu ini,Mari disimak lirik lagu ini gan

Gundul gundul pacul cul, gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
 Kira-kira artinya begini :

Gundul gundul cangkul, sembrono
Membawa bakul (di atas kepala) dengan sembrono
Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman
Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman
Nah,,,kira-kira penafsiran dari lagu ini bisa kira uraikan didalam artikel ini,, seperti yang dilansirkan dalam situs brilio

Gundul, pacul, gembelengan

Gundul = kepala plontos tanpa rambut. Kepala sendiri adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Sementara rambut adalah mahkota keindahan kepala, jadi kalau gundul berarti kehormatan tanpa mahkota.

Pacul = dalam bahasa Jawa berarti cangkul petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Yang melambangkan kawula rendah (sederhana)

Gembelengan = besar kepala, sombong dan suka bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

Lirik tersebut dapat diartikan: sebagai pemimpin yang lupa bahwa dirinya sedang mengemban aman rakyat, tetapi dirinya malah menggunakan kekuasan sebagai kemuliaan dirinya, menggunakan kedudukannya unuk berbangga-bangga di antara manusia dan menganggap kekuasan itu karena kepandaiannya.

Nyunggi, wakul

Nyungi = memikul atau selalu mengangkat dalam bahasa Jawa.

Wakul = bakul tempat nasi yang memiliki symbol kesejahteraan rakyat, kekayaan Negara dan sumber daya yang adalah isinya.

Lirik kedua dapat diartikan : bahwa kepala yang di anggap kehormatan berada dibawah bakul milik rakyat yang kedudukannya berada dibawah bakul rakyat. Atau dalam kata lain, bakul tersebut adalah kepercayaan yang diberikan dari rakyat kepada pemimpinnya.


Wakul ngglimpang, segane dadi sak latar

Wakul ngglimpang = bakul diatas kepala jatuh

Segane dadi sak latar = nasi yang menjadi isi di dalam bakul tersebut jatuh dan berantakan di jalan.

Lirik terakhir berartikan:  amanah yang jatuh dan tidak bisa dipertahankan, sehingga kepemimpinannya itu berantakkan dan sia-sia serta tidak bisa bermanfaat lagi bagi kesejahteraan rakyat. Berarti, pemimpin itu sudah gagal dalam tugasnya.

Jadi Garis besar dari lagu ini adalah :

Berisikan komitmen bekerja. Kalau sudah dewasa, tak ada lagi kata main-main. Apalagi jika seseorang sudah mengemban suatu tanggung jawab yang besar.


Keren ga gan?? nah BAca juga artikel berbobot dibawah ini :



susan merah -
SERIAWAN Updated at : 03.04.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar