Advertisement

EDAN,, Inilah 5 Negara Asing yang Menikmati Kekayaan SDA Indonesia Yang Tidak Disadari Orang Indonesia

Diposting oleh Susan Merah

Share on :

LAngsung aja ya gan ke inti judul artikel dari "EDAN,, Inilah 5 Negara Asing yang Menikmati Kekayaan SDA Indonesia Yang Tidak Disadari Orang Indonesia"

Kanada
Negara berlambang daun maple ini mengembangkan 12 proyek di Sulawesi lewat Canadian International Development Agency. Kedua belas lini mereka berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, terdapat dua perusahaan Kanada lainnya yang beroperasi di Sulawesi yaitu Sheritt Internasional dan Vale. Vale sendiri memiliki investasi sebesar 2 Milliar USD di Sulawesi Tengah.

Kanada juga mengeksplorasi SDA Indonesia di bidang migas. Melalui Nico Resources, yang merupakan anak dari perusahaan Calgari dengan memiliki 12 blok migas di Indonesia. Blok tersebut merupakan blok terluas di Indonesia.

Seperti yang dilansirkan dalam situsnya BOOMBASTIS Ternyata sumber daya alam Indonesia sangat kaya, hingga negara lain rela berinvestasi trilyunan rupiah demi membangun basis di Indonesia. Modal yang mereka keluarkan tentu jauh jika dibandingkan dengan keuntungan berlipat ganda yang mereka dapat. Sementara orang natif Indonesia, kebanyakan hanya menjadi pekerja pabriknya saja.

Jangan buru-buru marah, murka dan menuding ini semua kesalahan pemerintah. Pemerintah memang seharusnya bijak dalam mengatur investasi asing di Indonesia. Namun, kita sebagai anak bangsa harus sadar diri, bahwa yang menyebabkan negara asing mengeksplorasi negara kita adalah karena kita tidak mampu mengeksplorasi sendiri. Mari kita mengoreksi diri, memperbaiki pendidikan dan ikut membangun serta memanfaatkan SDA Indonesia.

China

China adalah negara yang sangat aktif untuk mencari sumber energi non-migas dari negara lain. Salah satu negara tujuannya adalah Indonesia. Salah satu investasi perusahaan China yang paling banyak di Indonesia adalah batu bara. Mereka mengekspansi bisnis mereka mulai dari wilayah Pacitan, Jawa Timur, hingga kawasan Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara.

Salah satu perusahaan besar China yang berbasis di Indonesia adalah PT Heng Fung Mining Indonesia. Perusahaan tersebut mengeksplorasi nikel di Halmahera. Target produksi mereka adalah 200 juta ton per tahun. Selain Heng Fung Mining, ada juga perusahaan China lain yaitu PetroChina yang mengelola gas sebanyak 14 blok di Kabupaten Tanjung Habung Timur. Namun, perusahaan tersebut kini disegel pemerintah terkait perizinan.


Perancis

Negeri yang terkenal dengan menara Eiffel ini memang telah lama bermitra di Indonesia lewat brand Total. Total E&P Indonesia mengelola blok migas Mahakam, Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Inpex Corp dalam mengelola blok Mahakam. Kedua perusahaan tersebut membagi rata 50:50 pengendalian saham mereka.

Pada tahun 2008 Total mengajukan proposal untuk perpanjangan kontrak karena ingin berinvestasi lebih lama di Indonesia. Dan pada tahun 2013, mereka memprediksikan pedapatan sebesar $8.92 miliar. Selain Total, perusahaan Perancis lain yang bermitra di Indonesia adalah Eranet, yang berkonsentrasi di penambangan nikel.


Inggris

Negara penggemar teh ini adalah negara yang sudah lama ‘bermain’ di sektor migas Indonesia. Mereka mengelola beberapa blok gas di Papua, lewat anak perusahaan BP Berau. Investasi perusahaan tersebut mencapai $12,1 milyar. Hasil gas yang mereka dapat 60 persen diekspor ke negara Asia Pasifik dan sisanya didistribusikan ke Indonesia.

Pasokan gas yang dibutuhkan PLN juga disediakan oleh British Petroleum. Kerja sama tersebut tertuang di nota kesepahaman (MoU) pasokan gas alam cair untuk PLN sebesar 230 mmscfd. Perusahaan Inggris saat ini tengah bergiat mencari sektor SDA strategis lainnya, khususnya di bidang industri ramah lingkungan.

Amerika Serikat

Anda tentu sudah tahu keberadaan PT Freeport McMoran, perusahaan yang sudah berpuluh tahun mengeksploitasi tambang emas di Papua. PT ini adalah milik Amerika Serikat yang sudah mengontrak tanah Papua selama berpuluh tahun. Dalam sehari, konon PT Freeport bisa menghasilkan 22.000 ton biji emas dan perak mentah.

Selain di Papua, perusahaan AS lainnya yang berbasis di Indonesia adalah PT. Newmont. Perusahaan asal Colorado ini mengeskplorasi tambang emas dan tembaga di kawasan NTT dan NTB. Pada tahun 2012 saja, pendapatan bersih Newmont mencapai $4.17 juta atau sekitar 58 milyar rupiah, hanya dari pabrik mereka di NTB. Selain itu banyak lagi perusahaan AS yang memanfaatkan SDA Indonesia seperti Chevron dan Conoco Philips.

nah,,udah baca kan gan?? bagaimana cara orang asing meraup keuntungan sebesar-besarnya terhadapa negara kita?? semog aja artikel sederhana ini membantu agan ,,dan jangan lupa baca juga artikel keren dibawah ini :


susan merah -
SERIAWAN Updated at : 09.06.00

{ 0 komentar... or add one}


Posting Komentar